Senin, 19 April 2010

P.P.W

Data dan Informasi
dalam Perencanaan

Sensus Penduduk (SP) dan Survey Penduduk antar Sensus (Supas)
Data yang dikumpulkan meliputi
• Demografi : fertilitas, mortalitas dan migrasi, serta riwayat kelahiran dan kematian anak dari wanita pernah kawin
• Ketenagakerjaan : lapangan usaha, jenis pekerjaan, dan status pekerjaan
• Sosial budaya : tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, dan kegiatan penduduk lanjut usia (lansia)
SUPAS 2005 juga mencakup pelaporan kejadian vital kelahiran, kematian, dan perpindahan
Data Demografi
 Struktur Penduduk
 Fertilitas
 Mortalitas
 Perkawinan
 Rumahtangga
 Pendidikan
 Ketenagakerjaan
 Migrasi
Struktur Penduduk
• Karakteristik Penduduk
• Pertumbuhan Penduduk
• Persebaran Penduduk
Fertilitas
• Angka Kelahiran
• Angka Lahir dan masih Hidup
• Keluarga Berencana
Mortalitas
• Angka Kematian Kasar
• Angka Kematian Bayi
• Angka Kematian Anak
• Angka Kematian Balita
• Angka Kematian Ibu
• Angka Harapan Hidup
Perkawinan
• Angka Perkawinan Kasar
• Angka Perkawinan Umum
• Angka Perkawinan Spesifik
• Singulate Mean Age of Marriage
Rumahtangga
• Rata-rata ART
• Hubungan KRT
• Living Arrangement
• Karakteristik Umur
• Jenis Kelamin
• Status Kawin
• Pendidikan
• Kegiatan Ekonomi KRT
• Pola Konsumsi RT

Pendidikan
• Partisipasi Sekolah
• Pendidikan Tertinggi
• Angka Melek Huruf
Ketenagakerjaan
• Tenaga Kerja
• APAK (Angka Partisipasi Angkatan Kerja)
• Pengangguran Terbuka
• Setengah Pengangguran
• Lapangan Pekerjaan
• Status Pekerjaan
• APAK Menurut Tk Pendidikan
Migrasi
• Antar Kabupaten/Kota
• Antar Desa/Kota
• Internasional
Model Proyeksi Pertumbuhan Penduduk
1. Model ekstrapolasi trend
a. Model Linear (Aritmathic)
b. Model Geometric
c. Model Parabolic
2. Model Komponen Kohor
3. Model Ratio
a. Model “Constant Share”
b. Model “Shift Share”
c. Model “Share of Growth”
Model Linear (Aritmethic)

Model Klosterman (1990) : teknik proyeksi paling sederhan. Model ini menggunakan persamaan derajat pertama (first degree equation). Berdasarkan hal tersebut, penduduk diproyeksikan sebagai fungsi dari dari waktu
Pt = α + βT
Pt = penduduk pada tahun proyeksi t
α = intercept penduduk pada tahun dasar
β = koefisien rata-rata pertambahan penduduk
T = periode waktu proyeksi selisih tahun proyeksi dengan tahun dasar
Model Geometric
Asumsi : penduduk akan bertambah/berkurang pada suatu tingkat pertumbuhan (persentase) yang tetap. jMisalnya, ika Pt+1 dan Pt adalah jumlah penduduk dalam tahun yang berurutan, maka penduduk akan bertambah atau berkurang pada tingkat pertumbuhan yang tetap (yaitu sebesar Pt+1/Pt ) dari waktu ke waktu.
Menurut Klosterman (1990), proyeksi dengan tingkat pertumbuhan yang tetap ini umumnya dapat diterapkan pada wilayah, dimana pada tahun-tahun awal observasi pertambahan absolut penduduknya sedikit dan menjadi semakin banyak pada tahun-tahun akhir.
Pt = α + βT
Persamaan dapat ditransformasi kedalam bentuk linear melalui aplikasi logaritma, menjadi sebagai berikut:
LogPt =Logα + T.logβ
Pt = P0 (1+r)t

P0 adalah jumlah penduduk awal
Pt adalah jumlah penduduk t tahun kemudian
r adalah tingkat pertumbuhan penduduk
t adalah jumlah tahun dari 0 ke t.
Pt = P2000 = 205,8 juta ;
P0 = P1995 = 194,7 juta ;
t = 2000 - 1995 = 5 tahun
Bila data diatas kedalam rumus pertumbuhan geometrik, maka:
205.800.000 = 194.700.000 * ( 1+ r) 5
log (205.800.000 / 194.700.000)
--------------------------------------- = log (1+ r)
5

0,0048 = log (1 + r)
10 0,048 = 1 + r
1,0111 = 1 + r
r = 0,0111
Model Parabolic

Asumsi : penduduk suatu daerah tidak tumbuh dalam bentuk linear .
Pada model parabolic tingkat pertumbuhan penduduk dimungkinkan untuk meningkat atau menurun. Model ini menggunakan persamaan derajat kedua : :
Pt = α + β1T + β2T2
β1 : koefisien linear (T) yang menunjukkan pertumbuhan konstan
β2 : koefisien non-linear yang (T2) yang menyebabkan perubahan tingkat pertumbuhan.
Tanda positif atau negatif pada β1 dan β2 bervariasi tergantung pada apakah tingkat pertumbuhan meningkat atau menurun.




Skenario dalam Model Parabolic
β1 β2 Efek terhadap pertumbuhan penduduk
+ + Pertambahan yang semakin meningkat
Penduduk bertambah
Kurva cekung ke atas (Concave upward)
+ - Pertambahan yang semakin berkurang
Penduduk berkurang
Kurva cekung ke bawah (concave downward)
- + Pertambahan yang semakin berkurang
Penduduk bertambah
Kurva cekung ke atas (Concave upward)
- - Pertambahan yang semakin meningkat
Penduduk berkurang
Kurva cekung ke bawah (concave downward)

Model Komponen Kohor
Model mengacu pada perubahan-perubahan komponen penduduk (yaitu fertilitas, mortalitas dan migrasi) secara terpisah. Penduduk secara keseluruhan dibagi kedalam beberapa kohor/kelompok umur. Interval (k) dari kohor ini umumnya dalam satu tahunan (0-1, 1-2, 2-3 dst), lima tahunan (0-4, 5-9, 10-14 dst), atau 10 tahunan (0-9, 10-19, 20-29.
Selanjutnya, kohor dibagi lagi berdasarkan gender dan etnis.
Pengelompokan penduduk berdasarkan komponen-komponen yang mempengaruhi perubahan penduduk, kelompok umur, gender dan etnis akan membantu untuk membangun pemahaman yang lebih baik mengenai dinamika penduduk suatu daerah.

Pt = penduduk tahun t pada kohor di interval k
t = tahun
n = umur awal dari kohor
k = jumlah tahun dalam kohor (interval kohor umur)
DTH = total kematian
IR = total kelahiran
NMIG = total migrasi bersih
Mortalitas-Tingkat Survival
Mortalitas dihitung dalam model sebagai jumlah penduduk dalam kohor tertentu n-k pada tahun t-k, yang bertahan hidup ke kohor berikutnya (n) pada tahun t.
Kelahiran - Tingkat Fertilitas
Fertilitas adalah jumlah bayi yang dilahirkan wanita usia subur (biasanya antara 15-44 tahun).
Migrasi bersih (Net Migration)
Migrasi bersih adalah perbedaan antara jumlah penduduk yang masuk dengan jumlah penduduk yang keluar dari suatu daerah
Model Constant Share
Asumsi : share penduduk dari daerah studi merupakan suatu proporsi yang konstan dari daerah basis dan proyeksi dilakukan berdasarkan proporsi konstan tersebut.

P = jumlah penduduk pada daerah studi
Pj = penduduk pada daerah basis atau daerah yang lebih luas yang didalamnya terdapat daerah studi
l = tahun akhir dari observasi
t = tahun proyeksi
Model Shift Share
Sebagai koreksi dari model constant share dengan memasukkan indeks pergeseran (shift term) untuk menghitung perubahan share penduduk dari waktu ke waktu. Jika pertumbuhan daerah studi lebih cepat dari daerah basis maka shift term akan positif. Sebaliknya jika pertumbuhan daerah studi lebih lambat dari daerah basis, maka shift termnya akan negative.


b = tahun awal observasi
s = shift term
z = jumlah tahun dalam proyeksi (t-1)
y = jumlah tahun dalam periode observasi (1-b)
Metode “share of growth”
Menggunakan share dari pertumbuhan penduduk bukannya share dari jumlah penduduk seperti yang digunakan dua model ratio sebelumnya. Asumsi : share pertumbuhan penduduk daerah studi pada periode observasi akan berlaku sama dalam periode proyeksi.

Metode ini akan lebih tepat diterapkan jika trend pertumbuhan penduduk pada daerah studi sama dengan trend pertumbuhan pada daerah basis, sama-sama meningkat atau sama-sama menurun.
Sumber Data
Untuk keperluan proyeksi, sumber data yang digunakan adalah Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990 dan 2000 (SP71, SP80, SP90 dan SP2000), Survei Penduduk Antar Sensus 1985, 1995 (SUPAS85 dan SUPAS95).
Menjaga "konsistensi" data serta kesamaan metodologi dan definisi yang dipakai.
Dengan demikian data yang akan dijajarkan dari masa lalu hingga perkiraan di masa yang akan datang tidak mengandung penyimpangan yang disebabkan oleh perbedaan metodologi dan definisi
Lapangan usaha/pekerjaan ini dibagi dalam 10 golongan, terdiri dari 5 sub sektor pertanian dan 5 sektor lainnya, yaitu:
Sektor Pertanian :
• Sub sektor Pertanian Tanaman Pangan
• Sub Sektor Perkebunan
• Sub Sektor Perikanan
• Sub Sektor Peternakan
• Sub Sektor Pertanian Lainnya
Sektor Industri Pengolahan
Sektor Perdagangan
Sektor Jasa
Sektor Angkutan
Sektor lainnya.
Penentuan Asumsi
Menentukan asumsi merupakan kunci perhitungan proyeksi penduduk.
Asumsi laju pertumbuhan penduduk : tingkat kelahiran (fertlitas), kematian (mortalitas), serta perpindahan penduduk (migrasi) ditentukan oleh kecenderungan yang terjadi di masa lalu dengan memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi ketiga komponen itu.
Harus dilengkapi dengan kecenderungan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang akibat pelaksanaan kebijakan pembangunan sektor yang terkait dengan masalah kependudukan.
Memperhatikan pandangan dan kesepakatan para pakar, para penyusun kebijakan dan para pengambil keputusan.

Minggu, 18 April 2010

G.I.S

L A Y E R
Titik, Garis dan Area (TGA)
Tiga Dasar Obyek yang sebenarnya dari Data Secara Geografik (PLA)
 Titik
• Letak penyelesaian;
• Letak setasiun yang memonitoring kualitas air;
 Garis
• Jaringan jalan dan sungai;
 Area
• daerah ( unit administratif / kelurahan);
• batasan-batasan area hutan.
 Titik: merupakan gambaran tempat yang memiliki ukuran tertentu, mempunyai ruang gerak tertentu dan sumber hidup tertentu.
Contoh: kota.
 Garis: merupakan prasarana yang berupa jalur yang menghubungkan titik-titik di permukaan bumi.
Contoh: jalur transportasi dan jalur komunikasi.
 Area: Hubungan antara berbagai titik dan berbagai garis dapat membentuk suatu wilayah atau suatu jaringan.
Contoh : Sawah, Hutan dll.
 Dua buah pulau dinyatakan dengan poligon yang mempunyai atribut luasan dan perimeter.
 Jembatan antar kedua pulau dinyatakan dengan satu segmen garis dengan koordinat titik awal dan titik akhir yang mempunyai atribut panjang.
 Industri karena luasannya dianggap relatif kecil maka dinyatakan dengan titik yang mempunyai koordinat x dan y yang mempunyai atribut nama, jenis industri dan kapasitas.

L a y e r s
 Layer or coverage = sekelompok data yang memiliki karakteristik khusus
 Secara umum ada 2 tipe dari layers:
 Layers Raster: displai image atau set data pixel dan image yang didisplai sering menghasilkan gabungan dari 2 atau lebih layers tipe raster (image RGB/red, green, blue)
Misal: Google Earth, foto dll.
 Layer vektor: mendisplai GIS dalam bentuk garis, tabuler (titik) dan data penyusun peta yang menutup data raster bila ditumpang tindihkan.
Misal : jalan, sungai, jenis tanah

Layer Vektor Layer Raster

Overlap layers



Pembuatan Layers
 Dibuat dengan cara tracing peta dasar pada obyek TGA diatas layers raster yang telah di edit dan terkoreksi.
 Tracing akan merubah data raster ke dalam bentuk data vektor yang lebih mudah diedit, dipindahkan atau penetapan field data tertentu didalamnya.
 Tranfer data raster ke data vektor dapat dilakukan dengan digitizing menggunakan:
a. Tablet Digitizer
 Digitizer: meja yang berfungsi melakukan tracing peta
 Mouse Digitizer: alat yang berupa mirip mouse à untuk tracing peta diatas meja digitizer.
 Digitizer Driver: driver à menjalankan digitizer (VTI Tablet Interface atau Wintab)
Setup Digitizing membutuhkan:
 Titik kontrol, titik kontrol yang ada dipeta dan merupakan “Ground Control Point/Titik Ikat peta”
 Sistem proyeksi, sistem proyeksi yang digunakan oleh peta yang akan didigitasi.
Longitute/Latitute, WGS 84.
 Sistem unit, satuan panjang yang digunakan dalam peta. Misal meter, km, ha dll.
b. On Screen Digitizing:
 Editing peta raster dengan memotong, meng-gabung dengan software pengolah gambar mis. photoshop cs, photopaint dll.
 Tandai titik-titik kontrol peta raster tersebut.
 Buka file raster yang telah diedit dengan mapInfo
 Tandai titik-titik kontrol peta raster tersebut.
 Buka file raster yang telah diedit dengan mapInfo
 Register, konfirmasi untuk menampilkan data raster dan sekaligus memberikan data geografis untuk memasang titik ikat (GCP) minimal 4 titik
 Sistem proyeksi, sistem proyeksi yang digunakan oleh peta yang akan didigitasi.
Longitute/Latitute, WGS 84.
 Sistem unit, satuan panjang yang digunakan dalam peta. Misal meter, km, ha dll.
Editing Layers
Perintah untuk menggabungkan beberapa obyek menjadi satu, memisahkan obyek menjadi beberapa obyek, menghapus dll.
1. Combine, perintah yang digunakan untuk menggabung beberapa obyek menjadi satu dengan cara:
 Sorot salah satu obyek yang akan digabung
 Klik Obyek pada main menu dan pilih set target
 Klik obyek yang menjadi target
 Klik Obyek pada main menu dan pilih combine
 Pilih area dan sum
 Tekan OK
Agregasi data dalam perintah combine ada bebe-rapa metode yaitu:
• Sum – adds (penjumlahan): menjumlahkan nilai kolom dari objek awal menajdi nilai total dari objek akhir.
• Rerata: Nilai kolom untuk objek diperoleh dari rerata nilai kolom lama.
• Weighted average: memberikan penekanan nilai yang berbeda pada saat melakukan rerata berdasarkan proporsi luas objek atau factor lain.
• Value: menyimpan nilai tertentu pada kolom objek.
• No-change: nilai akhir pada objek baru sama dengan nilai pada objek target.
2. Disaggregate, perintah untuk Membagi atau menghitung proporsi data untuk satuan luas yang lebih kecil.
Misalnya: data penduduk, data luas sawah, data peruntukan lahan, dll.
Cara Melakukan:
 Aktifkan layer kabupaten
 Edit objcts > set target
 Aktifkan layer batas kecamatan
 Aktifkan layer batas kecamatan
 Klik kanan pada masing-masing luas kecamatan.
 Kilik : Edit object > Dissagregate
 Pilih Metode pembagian data yang sesuai
 Hasil akhir adalah data yang terdistribusi per satuan luas kecamatan.
Ada beberapa metode desaggregasi data:
 Blank: menghapus nilai awal dari target.
 Value: nilai akhir pada objek baru sama dengan nilai pada objek target.
 Area proportion: mengurangi porsi nilai awal sesuai dengan proporsi ukuran objek baru.
3.Buffer, untuk mendefinisikan luasan yang memiliki jarak yang sama terhadap satu objek. Kita dapat membuat buffer di sekeliling objek, termasuk untuk objek yang berupa ( satu point, kumpulan beberapa point, garis & polygon).
Cara membuat:
1. Buka layer sungai
2. Aktifkan layer supaya editable
3. Aktifkan objek sungai
4. Kemudian tekan
Objects > Buffer
5. Akan tampil dialog box pembuatan buffer.
6. Pilih lebar sungai sebagai parameter, dengan nilai 0.1 dan unit kilometer.
7. Pilih smoothness = 12 atau lebih, makin halus proses akan semakin lama.
8. Pilih satu buffer untuk semua objek atau satu buffer untuk tiap objek.
9. Setelah semua parameter diisi, tekan OK
4. Splitting Objects, Berfungsi untuk memotong atau menghilangkan objek yang berupa objek tertutup (regions, ellipses, rectangles, or rounded rectangles) atau objek terbuka berupa (polylines, lines and arcs.)
Cara melakukan:
1. Pilih salah objek dan set sebagai target
Objects à Set Target
2. Buat cutter dengan objek pada layer lain (harus berupa objek tertutup).
3. Pilih objek cutter
4. Pilih Objects à Split.
5. Pilih metode desagregasi yang sesuai dengan data.
6. Klik OK. Objek target selanjutnya akan dibagi menjadi objek-objek yang lebih kecil
5. Enclose Object, Fungsi untuk membuat polygon region dari polilines atau sebaliknya. Enclose akan menutup/merapikan sambungan yang tidak sempurna.
6. Erase & Erase Outside, Perintah ‘Erase’ digunakan untuk menhapus objek di dalam, sedangkan ‘Erase Outside’ digunakan untuk menghapus objek di luar.
Cara melakukan:
 Langkah:
 Aktifkan layer jalan.
 Pilih objek jalan(aktifkan) dan Klik
Edit objects > Set target
 Pilih salah satu kecamatan, pada layer kecamatan
 Klik pada kecamatan yang dipilih, kemudian tekan à Edit objects > Erase
 Untuk menghapus area diluar kecamatan yang dimaksud, tekan:
Edit objects > Erase Outside
7. Clean, Perintah ini digunakan untuk mendeteksi dan mengoreksi potongan-potongan garis atau poligon yang tidak berguna (Self-Intersections, Gaps, And Overlaps).
Fungsi dari clean:
• Menghilangkan titik/garis yang berlebih.
• Menyambung poligon dengan kriteria luasan tertentu.
Cara Melakukan:
a. Pilih objek dan aktifkan
b. Pilih Objects > Clean. Akan muncul dialog box untuk proses clean.
c. Chek Remove Overlaps dan atau Gaps.
d. Klik OK.
8. Voronoi Polygon, Berfungsi untuk membagi/partisi luasan wilayah menjadi cell. Tiap cell terdiri dari luasan luasan dimana titik-titik yang ada di dalamnya relatif lebih dekat terhadap sisi cell tersebut.
Langkah:
• Buka layer “datum50” dan aktifkan.
• Seleksi titik-titik pada datum.
• Pilih Edit objects > Voronoi
• Isi parameter yang sesuai.

G.I.S

GPS
(Global Positioning System)

Tujuan
 Tujuan Intruksional Khusus:
Setelah mendapatkan mata kuliah ini, maka
 Mahasiswa diharapkan dapat memahami
 Prinsip kerja GPS

 Cara kerja GPS
 Mahasiswa dapat mempergunakan GPS
 Mahasiswa dapat mentranfer data digital GPS ke dalam bentuk software map
Satelit GPS
 GPS mempergunakan
24 satelit yang berada pada ketinggian 12.000 mil dpl.
 Satelit beredar pada
 2 lintasan orbit yang konstan
 Kecepatan berkisar 7.000 mil/jam
 Satelit GPS (NAVTAR, The Official US. Departement Defense name for GPS).
 Pertama diluncurkan pada tahun 1978, dan
 Pada tahun 1994 telah diluncurkan 24 satelit
 Satelit GPS menggunakan dua signal rendah,
 Salah satu signal ini dipergunakan untuk keperluan sipil pada
 Frekuensi 1575,42 Mhz dalam band UHF.
 Signal dpt menembus awan, gelas dan plastik, tetapi tidak dapat menembus obyek yg padat, misal bangunan dan gedung.
 GPS bekerja menerima signal dari satelit,
 Satelit GPS mengelilingi bumi 2 kali sehari
 Dengan ketepatan orbit yg tinggi
 Dan mengirimkan signal ke GPS
Prinsip Kerja GPS
 Penerima GPS menerima signal, kemudian meng-gunakan Perhitungan segitiga (triangular formula) untuk menentukan koordinat
 GPS juga menerima waktu dari satelit, perbedaan waktu pengukuran dng waktu signal menentukan ketepatan lokasi
 Jika signal satelit berasal dari,
 Min. 2 satelit (2D position), maka dapat dipakai untuk menentukan letak lintang dan bujur, serta jejak perjalanan.
 Lebih dari 4 satelit (3D position), maka dapat dipakai untuk menentukan letak lintang dan bujur, serta ketinggian.
 GPS juga dapat menghitung kecepatan, jejak dan jarak, waktu tenggelam dan terbitnya matahari.
Ketepatan GPS
 GPS yang terbaru mempergunakan kemampuan
 WAAS (Wide Area Augmentation System) yang dapat meningkatan ketepatan rata-rata berkisar antara 3 s/d 5 m
 Beberapa instansi menggunakan jaringan beacon untuk memperbaiki kesalahan ini.
Sumber Kesalahan
 Ionosphere dan troposphere delays
 Signal satelit lambat dalam menembus atmosfer
 Sistem GPS telah dilengkapi perhitungan rata-rata delays (waktu tunda)
 Signal multipath
 Kesalahan yang terjadi akibat signal dipantulkan oleh gedung atau batuan besar sebelum mencapai receiver.
 Pnerimaan satelit terganggu akibat
 Gedung, interferensi gelombang elektromagnetik, blok signal.
 GPS tidak bekerja dalam,
 rumah karena (indoor), dibawah permukaan air atau dibawah tanah.
 Kesalahan-kesalahan Satelite
 Receiver clock error
 Orbital error
 Satelite geomatry/shading
 International degradation of the satellite signa
Tampak Depan GPS
 Internal Antenna
 Interface keys
 In/Out dipergunakan untuk meningkatkan dan menurunkan skala shg peta nampak lebih besar/kecil
 Nav untuk menjalankan atau menghentikan navigasi
 Page untuk menampilkan 5 page utama
 Power untuk menghidupkan atau me-matikan alat. Tombol ini juga digunakan untuk menghidupkan lampu.
 Menu untuk menampilkan pilihan menu
 Quit untuk menampilkan 5 page utama atau menghentikan proses yg sedang berlangsung
 Enter, memilih pilihan menu
 Rocker
 Posisi tengah, menempatkan titik tengah peta
 Posisi atas/bawah/kanan/kiri menggerakkan kursor atau posisi peta
• Delays panel
 120 x 240 4 level penampilan
Tampak Belakang GPS
 External Antenna connection
 Battery compartment
• Buka tutup batterei dengan memutar ¼ putaran searah jarum jamdan tariklah kover penutup.
• Cek polaritas batterei, dan pasanglah 4 batterai alkaline A
• Tutup kembali cover penutup
• External data/Auxilary Power port
Tahapan GPS
 Tentuakan lokasi atau track yang akan diukur
 Prosedur GPS
• Hidupkan GPS sampai menemukan satelite
• Pada titik awal buat point
• Lakukan track dan point selanjutnya
 Track merupakan perjalanan
 Point , bangunan/titik yang utama
• Setelah selesai matikan
Penangkapan Satelite GPS
 Prosessing Digital dengan Computer
• Sambungkan GPS – Interface cable Komputer
• Aktifkan program Map Source
 Input GPS
 Simpan ke Autocad
• Aktifkan Map Infow
 Lakukan Universal Translator
Penangkapan Satelite GPS
 Hidupkan GPS dengan menekan power
 GPS akan menampilkan
• Logo
• Peringatan Data
Tekan Page untuk melanjutkan
 Panel akan menampilkan
• Speed (kecepatan), Elevation (Ketinggian), Recei-ver Status, Date dan Time, Koordinat
 GPS Receiver Status
• Autolocate GPS mencari satelite secara manual
• Acquiring Satelite GPS mencari keberadaan satelite
• 2 D GPS Location – GPS menerima minimal signal dari tiga satelite
• 3 D GPS Location – GPS menerima lebih dari empat satelite
• 2 D Differential Location – GPS menggunakan sistem DGPS atau WAAS
• 3 D Differential Location – GPS menggunakan sistem DGPS atau WAAS
• Lost Satelite – GPS tidak dapat menerima signal satelite
• Simulating GPS – GPS tidak mempergunakan satelite dlm menampilkan data
 Setelah GPS menemukan satelite, maka panel akan menampilkan Map Page
Menampilkan Koordinat Peta
Penampilan pada display
GPS Information menampilkan koordinat peta
Map Page menampilkan peta
Pointer Page menampilkan arah route
Highway Page – menampilkan mode perjalanan dengan menunjuk-kan route dan ketinggian
Active Route – menampilkan route
Perpindahan dari satu panel display ke panel display yang lain mempergunakan PAGE atau QUIT.
Hasil interpretasi GPS
Bujur Timur 113º 42,781΄ Lintang Selatan 08º 10,738΄
Ketinggian 101,3 m
Track and Point
 Track dan Point dipergunakan untuk melakukan penelusuran
• Jaringan irigasi – track untuk saluran dan point untuk bangunan air atau titik utama lainnya
• Jalan – track untuk jalan dan titik untuk titik-titik utama ruas jalan
 Track akan terrekam selama GPS tersebut hidup atau selama memori dalam GPS tersebut masing masih sisa
 Track ditandai garis bertitik,
• Selama perjalanan, maka pointer menunjukkan perjalanan yang dilakukan
• Pergunakan Zom In/Out untuk memperbesar atau memperkecil penampilan peta
 Point dilakukan dengan cara
• Tekan ENTER/Mark pada beberapa detik, maka akan nampak penampilan point
• Tekan OK untuk merekam
Interfacing GPS – Computer
 Interfacing GPS – Computer dilakukan dengan menggunakan kabel interface ke komputer
• Kabel interface ke GPS – menggu-nakan penghubung dengan tanda khusus
• Kabel interface ke komputer meng-gunakan SERIAL PORT (kecil)
 Setelah terhubung, hidupkan komputer

G.I.S

Komponen GIS (Gographical
Information System)

Apa Itu GIS ?
 Sistem infomasi berbasis komputer yang menggabungkan:
 antara unsur peta (geografis) dan
 informasinya tentang peta tersebut (atribute)
 dirancang untuk mendapatkan, mengolah, memanipulasi, analisa, memperagakan dan menampilkan data spatial untuk menye-lesaikan perencanaan, mengolah dan meneliti permasalahan.
 Dilapangan cukup luas terutama bagi:
 bidang yang memerlukan adanya suatu sistem informasi tidak hanya menyimpan, menampilkan, dan menganalisa data atribut saja tetapi juga unsur geografisnya seperti PT. Telkom, Pertamina, Departemen Kelautan, Kehutanan, Bakosurtanal, Marketing, Perbankan, Perpajakan, dan yang lainnya.
Sistem komputer GIS
 Perangkat keras (hardware),
 Perangkat lunak (software) dan
 Prosedur untuk penyusunan pemasukkan data, pengolahan, analisis, pemodelan (modelling),dan
 Penayangan data geospatial.







Sistem Info Perancangan SIG

Sumber-sumber data geospatial
 adalah peta digital, foto udara, citra satelit, tabel statistik dan dokumen lain, yang dibedakan:
1. Data grafis/geometris, mempunyai tiga elemen: titik (node), garis (arc) dan luasan (poligon) dalam bentuk vector ataupun raster yang mewakili geometri topologi, ukuran, bentuk, posisi dan arah
2. Data atribut/data tematik
 Fungsi pengguna berguna untuk memilih informasi yang diperlukan, membuat standar, update data yang efisien, analisa output untuk hasil yang diinginkan serta merencanakan aplikasi.
Subsistem Utama GIS
1. Sub-sistem Masukan, Perangkat untuk menyediakan data sampai siap dimanfaatkan oleh pengguna; yang berupa peralatan pemetaan terestris, fotogrametri, digitasi, scanner, dsb.
2. Sub-sistem Database, Digitasi peta dasar pada berbagai wilayah/daerah cakupan dengan berbagai skala telah dan terus dilakukan dalam rangka membangun sistem database spasial yang mudah diperbaharui dan digunakan dengan data literal sebagai komponen utamanya
3. Sub-sistem Pengolahan Data, Pengolahan data baik yang berupa vektor maupun raster dapat dilakukan dengan berbagai software seperti AUTOCAD, ARC/INFO, ERDAS, MAPINFO, ILWIS.
 Untuk metode vektor biasanya disebut digitasi sedangkan raster dikenal dengan metode overlay.
 Salah satu karakteristik software GIS adalah adanya sistem Layer (pelapisan) dalam menggabungkan beberapa unsur informasi (penduduk, tempat tinggal, jalan, persil tanah, dll).
4. Sub-sistem Penyajian Informasi, Dilakukan dengan berbagai media agar mudah dimanfaatkan oleh pengguna.

Pengetahuan Peta
 Peta merupakan suatu representasi konvensional (miniatur) dari unsur-unsur (fatures) fisik (alamiah dan buatan manusia) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi di atas media bidang datar dengan skala tertentu [Rockville86].
 Persyaratan geometrik yang harus dipenuhi oleh suatu peta adalah:
1. Jarak antara titik-titik yang terletak di atas peta harus sesuai dengan jarak aslinya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala tertentu).
2. Luas suatu unsur yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai dengan luas sebenarnya (juga dengan mempertimbangkan skalanya).
3. Sudut atau arah suatu garis yang direpresen-tasikan di atas peta harus sesuai dengan arah yang sebenarnya (seperti di permukaan bumi).
4. Bentuk suatu unsur yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai dengan bentuk yang sebenarnya (juga dengan mempertimbangkan faktor skalanya).
Proyeksi Peta
 Merupakan teknik-teknik yang digunakan untuk menggambarkan sebagian atau keseluruhan permukaan tiga dimensi yang secara kasar berbentuk bola ke permukaan datar dua dimensi dengan distorsi seminimal mungkin.
 Distorsi dapat dikurangi dengan membagi daerah yang dipetakan menjadi bagian yang tidak terlalu luas dan menggunakan bidang datar.
a. Proyeksi UTM (Universal Transverse Mercator)
 yaitu terdapatnya garis lintang (Latitude) dan garis bujur (Longitude).
 Keuntungan Peta ini adalah menggunakan sistem koordinat global (seluruh dunia)
 Seluruh permukaan bumi, dibagi menjadi 60 bagian yang disebut sebagai zone UTM.
 Setiap zone ini dibatasi oleh dua meridian sebesar 6° dan memiliki meridian tengah sendiri.
 Sebagai contoh, zone 1 dimulai dari 180° BB hingga 174°BB, zone 2 dari 174°BB hingga 168°BB, terus ke arah timur hingga zone 60 yang dimulai dari 174°BT hingga 180°BT.
 Batas lintang adalah 80° LS hingga 84° LU. Setiap bagian derajat memiliki lebar 8° yang pembagiannya dimulai dari 80° LS ke arah utara. Bagian derajat dari bawah (LS) dinotasikan dimulai dari C,D,E,F, hingga X.
Setiap zone UTM memiliki sistem koordinat sendiri dengan titik nol sejati pada perpotongan antara meridian sentralnya dengan ekuator. Dan, untuk menghindari koordinat negatif, meridian tengah diberi nilai awal absis (x) 500.000 meter. Untuk zone yang terletak di bagian selatan ekuator (LS), juga untuk menghindari koordinat negatif, ekuator diberi nilai awal ordinat (y) 10.000.000 meter. Sedangkan untuk zone yang terletak di bagian utara ekuator, ekuator tetap memiliki nilai ordinat 0 meter.Wilayah Indonesia terbagi dalam 9 zone UTM, mulai dari meridian 90° BT hingga meridian 144° BT dengan batas paralel (lintang) 11° LS hingga 6°LU. Dengan demikian, wilayah Indonesia dimulai dari zone 46 (meridian sentral 93° BT) hingga zone 54 (meridian sentral 141° BT).
B. Non-Earth, Proyeksi Non-Earth ini merupakan proyeksi yang menggunakan koordinat lokal. Proyeksi ini biasanya digunakan untuk mendigitasi (map info) berupa suatu denah atau peta tersebut bersifat independen (hanya terdiri 1 lembar peta tersebut)
Peta @ SIG
Karakteristik Karakteristik
Statis Staris & Dinamis
Proses updating mahal Proses updating murah
Kompleks Fleksibel
Diskrit (lembar per lembar) Kontinyu & yang perlu saja
Analisa & modeling secara
langsung tidak mungkin Analisa & modeling secara langsung
sangat mungkin
Menurunkan (generate) data perlu
interpretasi Menurunkan (generate) data tidak perlu interpretasi

Kesimpulan
 SIG menggabungkan unsur peta dan informasinya
 Komponen SIG : Sistem Komputer, Data Geospasial, dan Pengguna
 Merancang Jaringan SIG melibatkan Data sumber, orang, aplikasi dan perangkat keras
 Sub sistem utama SIG adalah:
 Sub-sistem Masukan
 Sub-sistem Database
 Sub-sistem Pengolahan Data
 Sub-sistem penyajian informasi
 Peta adalah gambaran konvensional unsur fisik (alamiah dan buatan manusia) dari permukaan bumi di atas bidang datar dengan skala tertentu
 Persyaratan geometrik suatu peta adalah:
1. Jarak antara titik atas peta harus sesuai dengan jarak aslinya
2. Luas suatu unsur yang di atas peta harus sesuai dengan luas sebenarnya

G.I.S

SUB SISTEM SIG
Konsep Dasar SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Data yang mempresentasikan dunia nyata (real world) dapat disimpan, dimanipulasi, diproses, dan dipresentasikan dalam bentuk yang lebih sederhana dengan layer-layer tematik yang direlasikan dengan lokasi-lokasi geografi di permukaan bumi, dan hasilnya dapat dipergunakan untuk pemecahan banyak masalah-masalah dunia nyata seperti dalam perencanaan , pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, pemodelan dan pengambilan keputusan menyangkut data kebumian.
Pengertian SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
► Sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis, dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospasial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya (Murai dalam Prayitno, 2000)
► Menurut ESRI (1990), SIG sebagai suatu kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, mengupdate, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang berreferensi geografi.
Nama-Nama Lain dari SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

► Sistem Informasi Lahan (Land Information System = LIS)
► Pemetaan Terotomatis dan Pengelolaan Fasilitas (AM/FM = Automated Mapping and Facilities Management)
► Sistem Informasi Lingkungan (Enviromental Information System = EIS)
► Sistem Informasi Sumber Daya (Resources Information System= RIS)
► Sistem Informasi Perencanaan (Planning Information System = PIS)
► Sistem Penanganan Data Keruangan (Spatial Data Handling System = SDHS)
► Nama lain dari Disiplin Ilmu SIG:
 Geomatic
 Geoinformatic
 Geospatial Information Science
Beberapa Subsistem dari SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
1. Subsistem INPUT
2. Subsistem MANIPULASI
3. Subsistem MANAJEMEN DATA
4. Subsistem QUERY
5. Subsistem ANALISIS
6. Subsistem VISUALISASI
Subsistem INPUT:
► Subsistem ini meliputi pengumpulan dan persiapan data spasial dengan atribut dari berbagai sumber.
► Data yang digunakan harus dikonversi menjadi format digital yang sesuai.
► Salah satu teknik mengubah data analog menjadi data digital adalah dengan digitasi menggunakan digitizer
Subsistem MANIPULASI DATA:
► Subsistem ini meliputi penyesuaian terhadap data Masukan untuk diproses lebih lanjut, misalnya:
 Penyamaan skala
 Pengubahan sistem proyeksi
 Generalisasi,
 dll
Subsistem MANAJEMEN DATA
► Subsistem ini menggunakan DataBase Management System (DBMS) untuk membantu:
 Menyimpan data
 Mengorganisasi data
 Menganalisis data

Subsistem Q U E R Y
► Subsistem penelusuran data menggunakan lebih dari satu layer dapat memberikan informasi untuk analisis dan memperoleh data yang diinginkan
► Contoh:
 Dimana letak daerah yang sesuai untuk pemukiman baru?
 Jenis tanah apa yang dominan pada hutan pinus?
Jika dibangun jalan baru bagaimana pengaruhnya
Subsistem A N A L I S I S
► Subsistem yang berkemampuan untuk analisis data spasial untuk memperoleh informasi baru.
► Menggunakan Model Skenario: “What if”
► Salah satu analisis yang banyak dipakai saat ini adalah “Analisis Tumpang Susun Peta” atau Overlay
Beberapa Komponen SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
1. Perangkat Keras (Hardware)
2. Perangkat Lunak (Software)
3. Data
4. Sumber Daya Manusia (People)
5. Metode (Methods)
Komponen 1: PERANGKAT KERAS (HARDWARE)
► Komputer mencakup:
 komputer tunggal,
 komputer sistem jaringan dengan server (LAN & MAN)
 Komputer dengan jaringan Global Internet (WAN)
► Perangkat Keras Pendukung Sistem GIS, meliputi:
 Peralatan untuk Pemasukan Data
 Peralatan untuk Pemprosesan Data
 Peralatan untuk Penyajian Hasil
 Peralatan untuk Penyimpanan (Storage)
Komponen 2: PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE)
► Perangkat lunak yang mempunyai fungsi: pemasukan data, manipulasi data, Penyimpanan data, Analisis Data, dan Penayangan Informasi Geografi
► Beberapa Persyaratan yang harus dipenuhi dari Software SIG:
 Merupakan DataBase Management System (DBMS)
 Memiliki fasilitas Pemasukan dan Manipulasi Data Geografi
 Memiliki fasilitas untuk Query, Analisis, dan Visualisasi
 Memiliki kemampuan Graphical User Interface (GUI) yang dapat menyajikan hasil (Penayangan dan Printout) informasi berbasis geografi dan memudahkan untuk akses terhadap seluruh fasilitas yang ada
Komponen 3: D A T A
► Data merupakan komponen yang sangat penting dalam Sistem Informasi Geografis
► Keakurasian Data sangat dituntut dalam SIG
► Dikenal konsep:
 “Garbits In Garbits Out” dan sebaliknya
 “Gold In Gold Out”
Komponen 4: SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) (PEOPLE)
► Teknologi SIG menjadi sangat terbatas kemampuannya jika tidak ada Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola sistem dan mengembangkan sistem untuk aplikasi yang sesuai.
► SDM Pengguna Sistem dan SDM Pembuat Sistem harus saling bekerjasama untuk mengembangkan teknologi SIG
Komponen 5: M E T O D E (METHODS)
► Model dan Teknik Pemrosesan yang perlu dibuat untuk berbagai aplikasi SIG
Sistem Komputer untuk SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
► Terdiri dari: Perangkat Keras (Hardware), Perangkat Lunak (Software), dan Prosedur untuk penyusunan Pemasukan Data, Pengolahan Data, Analisis Data, Pemodelan (Modelling), dan Penayangan Data Geospasial
► Peran Pengguna SIG adalah memilih informasi yang diperlukan, membuat standar, membuat jadwal pemutakhiran (updating) yang efisien, menganalisis hasil yang dikeluarkan untuk kegunaan yang diinginkan dan merencanakan aplikasi
D A T A Sistem Informasi Geografis
► Data SIG dikenal sebagai: Data Geospasial, terdiri dari:
1. Data Grafis / Data Geometris
2. Data Atribut / Data Tematik
3. Data Grafis mempunyai 3 elemen, yaitu:
4. Titik atau Node
5. Garis atau Arc
6. Luasan atau Poligon (Dapat berupa Vector ataupun Raster yang mewakili geometri topologi, ukuran, bentuk, posisi, dan arah.
STRUKTUR DATA VECTOR
► Data TITIK (NODE):
 Merupakan sepasang koordinat (X,Y) tanpa dimensi (tidak mempunyai panjang dan luas serta tinggi).
► Data GARIS (ARC):
 Merupakan pasangan-pasangan koordinat yang mempunyai titik awal dan titik akhir (X1,Y1; X2,Y2), disebut: Berdimensi 1.
► Data LUASAN / AREA (POLIGON):
 Merupakan kumpulan pasangan-pasangan koordinat dimana titik awal sama dengan titik akhir (X1,Y1 = Xn,Yn) atau loop, disebut Berdimensi 2: Mempunyai ukuran dimensi panjang dan luas.
► Data PERMUKAAN (SURFACE):
 Merupakan suatu area dengan besaran (X,Y,Z), disebut Berdimensi 3: Mempunyai ukuran panjang, luas dan ketinggian.